Studi 1 Timotius 4:1-16 untuk Memberikan Pemahaman bagi Hamba Tuhan dalam Menghadapi Ajaran Sesat
Keywords:
ajaran sesat, hamba Tuhan, 1 Timotius 4:1-16Abstract
Masalah ajaran sesat sudah ada sejak kekristenan muncul hingga masa kini. Ajaran sesat bisa
dikatakan seusia dengan hadirnya kekristenan. Pengertian ajaran sesat yang dimaksud dalam
artikel ini adalah ajaran yang menekankan pemahaman iman Kristen secara berat sebelah
sehingga teologi dan praktek kesalehannya pada umumnya membengkokan kebenaran Injil.
Bahaya ajaran sesat merupakan ancaman bagi gereja, teolog juga jemaat. Maka dalam artikel
ini diuraikan dampak-dampak yang akan terjadi pada orang percaya jika hamba Tuhan tidak
memiliki pemahaman yang benar dalam menghadapi ajaran sesat. Dampak-dampak tersebut
antara lain: pertama, jemaat yang digembalakannya akan tersesat. Kedua, jemaat yang
gembalakannya tidak mengalami pertumbuhan secara rohani. Ketiga, jemaatnya akan
meninggalkan Kristus. Dampak-dampak tersebut, diharapkan dapat diatasi melalui studi 1
Timotius 4:1-16, karena dalam teks ini ada prinsip-prinsip rohani yang juga bisa diaplikasikan
oleh hamba Tuhan masa kini dalam menghadapi ajaran sesat. Prinsip tersebut adalah,
seorang hamba Tuhan harus mengajarkan ajaran yang benar, memperhatikan pertumbuhan
iman jemaat, mengawasi diri sendiri dan pengajarannya. Di bagian akhir tesis ini diuraikan
kesimpulan serta saran yang diberikan bagi para hamba Tuhan masa kini, berdasarkan hasil
penelitian dari teks ini. Sehingga studi 1 Timotius 4:1-16 berguna untuk memberi pemahaman
bagi hamba dalam Tuhan menghadapi ajaran sesat. Tulisan ini menggunakan riset kualitatif
dengan metode eksegese untuk memahami teks 1 Timotius 4:1-16.
References
Budiman, R, 2012, Surat 1&2 Timotius dan Titus, Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Daun, Paulus, 1997, Bidat Kristen Dari Masa ke Masa. Manado: Yayasan Daun Family.
Fee, Gordon D. 2008, New Testament Exegesis, Malang: Literatur SAAT.
Kent, Homer A. 1993, The Pastoral Epistles, Chicago: Moody Press.
Kelly, J.N.D. 1987, The Pastoral Epistles, Hendrickson Publishers.
Knight, G. W. 1992, The Pastoral Epistles: a commentary on the Greek text, Grand Rapids: W.B.
Eerdmans.
Lea, T. D. & Griffin, H. P. 1992, 1 2 Timothy, Titus, NAC, Nashville: Broadman & Holman
Publishers.
Liauw, Suhento, 1996, Doktrin Gereja Alkitabiah, Jakarta; GBIA Graphe.
Mounce, William, 2000, The Pastoral Epistles, Word Biblical Commentary.
Nazir, Mohammad, 1988, Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia
Oden, Thomas C, 1989, First & Second Timothy and Titus, Interpretation: A Bible Commentary
for Teaching and Preaching; John Knox.
Riggs, Ralph M. 2003, Gembala Sidang yang Berhasil, Malang: Gandum Mas.
Stott, J. R. W. 1997, The message of 1 Timothy & Titus, Downers Grove, IL: InterVarsity Press.
Sugiyono, 2011, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Penerbit Alfabeta Bandung.
Trebilco, Paul & Rae, Simon, 2010, I Timothy (Asian Bible Commentary Series), Singapore: Asia
Theological Association.
Verkuyl, J. 1996, Geredja dan Bidat-Bidat. Jakarta: BPK.
Wallace, Daniel B. 2002, Greek Grammar Beyond the Basics, Grand Rapids: Zondervan
Publishing House.
Ward, Ronald A. 1976, Commentary on 1& 2 Timothy and Titus, Texas: Publisher Waco.
Wiersbe, Warren W. 1997, Wiersbe's Expository Outlines on the New Testament, Wheaton:
Victor Books.
Zed, Mestika, 2008, Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Jurnal
Campbell, Barth. “Rhetorical Desaign in 1 Timothy,” Bibliotheca Sacra 154 (April-Juni 1997)
Karris, Robert J. “The Backgraound and Significance of the Polemic of the Pastoral Epistles”
Journal of Biblical Literature.
Skarsaune, Oskar. “Heresy and the Pastoral Epistles,” Themelios 20.1, 1994.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 sttpa admin; Ratnawati Zalukhu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



