YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi https://journal.sttpadonaybatu.ac.id/index.php/YJTBR <p style="text-align: justify;"><strong>YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi</strong> is a journal that accommodates biblical, theological, historical, practical and didactic mission approaches with the principle of integration of faith and science, in order to build an approach that is relevant to the practical needs of Christians in particular and society (public space) in general, as a field of service community for the extended family of the STTPA academic community.</p> <p style="text-align: justify;">This publication concern includes studies of: <br /> (1) Biblical studies <br /> (2) Theological Studies <br /> (3) Historical studies <br /> (4) Apologetic studies <br /> (5) Hermeneutic studies</p> Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay en-US YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi 2808-9960 Otoritas Firman dalam Kesaksian Tertulis: Analisis Teologis Penutup Injil Yohanes 21:24-25 https://journal.sttpadonaybatu.ac.id/index.php/YJTBR/article/view/79 <p><strong>Abstrak</strong> <br>Artikel ini mengkaji Yohanes 21:24-25 sebagai penutup Injil yang menegaskan manifestasi <br>otoritas Firman melalui kesaksian yang diungkapkan dalam bentuk tulisan, bukan sekadar <br>epilog literer. Kajian sebelumnya umumnya berfokus pada aspek retoris, tekstual, dan <br>historis, sehingga dimensi teologis dari klaim bahwa karya Yesus tidak terbatas untuk <br>diungkapkan secara penuh oleh tulisan manusiawi, namun telah diwahyukan secara cukup <br>melalui kesaksian tertulis Yohanes, belum mendapat perhatian memadai. Penelitian ini <br>bertujuan menyingkap fungsi klaim kesaksian sebagai kunci hermeneutik yang menentukan <br>cara komunitas memahami relasi antara kesaksian hidup dan teks tertulis. Sekalipun <br>penelitian terdahulu menekankan sisi literer dan kritik naskah, penelitian ini menegaskan <br>bahwa otoritas iman terletak pada integrasi antara saksi, teks, dan komunitas. Metode yang <br>digunakan adalah eksegesis teologis dengan analisis teks Yunani (NA28), leksikon, struktur <br>literer, dan sintesis intratekstual melalui kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan <br>oposisi ὁ μαρτυρῶν dan ὁ γράψας, penguatan kolektif melalui οἴδαμεν, serta hiperbola κόσμον <br>χωρήσειν, yang menampilkan kesaksian sebagai realitas performatif yang terintegrasi dalam <br>tulisan dan meneguhkan identitas komunitas.</p> Binsar Pandapotan Silalahi Aily Vilia Iroth Veren Leoni Gabriela Dumais Girlline Trivena D. Paath Copyright (c) 2025 Binsar Pandapotan Silalahi, Aily Vilia Iroth, Veren Leoni Gabriela Dumais, irlline Trivena D. Paath https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-19 2025-12-19 3 2 1 17 Image of God: Humans as God’s Visible Messengers https://journal.sttpadonaybatu.ac.id/index.php/YJTBR/article/view/80 <p><img src="https://journal.sttpadonaybatu.ac.id/public/site/images/admin/mceclip0.png"></p> Steven Copyright (c) 2025 Steven https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-19 2025-12-19 3 2 18 29 Munus Triplex dalam Katekismus Heidelberg: Sebuah Analisis Teologi tentang Jabatan-jabatan Kristus dan Implikasinya bagi Konstruksi Identitas Kristen di Indonesia https://journal.sttpadonaybatu.ac.id/index.php/YJTBR/article/view/81 <p><strong>Abstrak</strong> <br>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh konteks historis-sosiologis Kekristenan Indonesia, <br>yang diwarnai stigma kolonial, persekusi sebagai minoritas, dan tantangan teologis seperti <br>pluralisme. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan eksistensial tentang perlunya pembentukan <br>identitas Kristen yang tangguh dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah analisis <br>teologis terhadap konsep Munus Triplex (Tiga Jabatan Kristus) dalam Katekismus Heidelberg <br>(Pert. 31-32), dengan mempertimbangkan pemikiran John Calvin, Herman Bavinck, dan <br>khususnya eklesiologi Edmund Clowney yang menerapkan jabatan tersebut kepada gereja. <br>Tujuan penelitian adalah untuk menemukan kerangka identitas dan misi yang relevan. Hasil <br>temuan menunjukkan bahwa konsep Munus Triplex menawarkan paradigma yang seimbang <br>dan transformatif: gereja dipanggil untuk menjadi Nabi yang menyuarakan kebenaran dan <br>keadilan, Imam yang mendamaikan dan melayani, serta Raja yang memerintah dengan <br>melayani. Penerapan kerangka ini memampukan gereja Indonesia merespons tantangannya <br>dengan identitas yang pro-aktif, berpengharapan, dan relevan, mengubah beban sejarah <br>menjadi kesaksian yang efektif.</p> Ferdinandus Butarbutar Copyright (c) 2025 Ferdinandus Butarbutar https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-19 2025-12-19 3 2 30 63 Peran Gereja terhadap Lingkungan Hidup https://journal.sttpadonaybatu.ac.id/index.php/YJTBR/article/view/82 <p><strong>Abstrak</strong> <br>Artikel ini mencoba untuk menjawab persoalan tentang tanggung jawab gereja dalam <br>menjaga lingkungan hidup yang semakin terabaikan di tengah meningkatnya kerusakan <br>alam. Banyak umat Kristen belum memahami bahwa merawat ciptaan merupakan bagian <br>dari mandat Allah, sehingga gereja seringkali tidak memberikan respons teologis dan praksis <br>yang memadai terhadap krisis ekologis. Padahal, Alkitab secara jelas menegaskan bahwa <br>Allah adalah Pencipta, manusia ditetapkan sebagai pengelola bumi, dan dosa telah membawa <br>dampak buruk tidak hanya bagi relasi manusia dengan Allah, tetapi juga bagi seluruh <br>ciptaan. Melalui pemahaman ini, muncul beberapa pertanyaan penting bagi gereja masa kini, <br>seperti: bagaimana gereja seharusnya memaknai hubungannya dengan alam? Nilai apa yang <br>harus ditanamkan kepada umat dalam memperlakukan ciptaan? Dan bagaimana gereja dapat <br>mengambil peran yang nyata dalam menanggapi persoalan lingkungan hidup? Untuk <br>menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif <br>dengan menelaah dasar teologi penciptaan serta melihat praktik-praktik gereja yang dapat <br>mendorong kepedulian ekologis. Dengan demikian, tanggung jawab gereja terhadap <br>lingkungan hidup bukan sekedar isu sosial, tetapi bagian integral dari panggilan iman Kristen <br>untuk memuliakan Allah melalui pemeliharaan bumi sebagai rumah bersama bagi seluruh <br>ciptaan.</p> Melkisedek Djara Lay Enjel Florensia Miru Copyright (c) 2025 Melkisedek Djara Lay, Enjel Florensia Miru https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-19 2025-12-19 3 2 64 78